Jumat, 29 Mei 2009

Paskibraka adalah singkatan dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dengan tugas utamanya mengibarkan duplikat bendera pusaka dalam upacara peringatan proklamasi kemerdekaan Indonesia di Istana Negara. Anggotanya berasal dari pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas kelas 1 atau 2. Penyeleksian anggotanya biasanya dilakukan sekitar bulan April untuk persiapan pengibaran pada 17 Agustus di beberapa tingkat wilayah, provinsi, dan nasional.

[sunting] Sejarah

Tahun 1967, Hussein Mutahar dipanggil presiden saat itu, Suharto, untuk menangani lagi masalah pengibaran bendera pusaka. Dengan ide dasar dari pelaksanaan tahun 1946 di Yogyakarta, beliau kemudian mengembangkan lagi formasi pengibaran menjadi 3 kelompok yang dinamai sesuai jumlah anggotanya, yaitu:

  • Kelompok 17 / pengiring (pemandu),
  • Kelompok 8 / pembawa (inti),
  • Kelompok 45 / pengawal.

Jumlah tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945 (17-8-45). Pada waktu itu dengan situasi kondisi yang ada, beliau hanya melibatkan putra daerah yang ada di Jakarta dan menjadi anggota Pandu/Pramuka untuk melaksanakan tugas pengibaran bendera pusaka. Rencana semula, untuk kelompok 45 (pengawal) akan terdiri dari para mahasiswa AKABRI (Generasi Muda ABRI) namun tidak dapat dilaksanakan. Usul lain menggunakan anggota pasukan khusus ABRI (seperti RPKAD, PGT, marinir, dan Brimob) juga tidak mudah. Akhirnya diambil dari Pasukan Pengawal Presiden (PASWALPRES) yang mudah dihubungi karena mereka bertugas di Istana Negara Jakarta.

Mulai tanggal 17 Agustus 1968, petugas pengibar bendera pusaka adalah para pemuda utusan provinsi. Tetapi karena belum seluruh provinsi mengirimkan utusan sehingga masih harus ditambah oleh ex-anggota pasukan tahun 1967.

Pada tanggal 5 Agustus 1969, di Istana Negara Jakarta berlangsung upacara penyerahan duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dan reproduksi Naskah Proklamasi oleh Suharto kepada Gubernur/Kepala Daerah Tingkat I seluruh Indonesia. Bendera duplikat (yang terdiri dari 6 carik kain) mulai dikibarkan menggantikan Bendera Pusaka pada peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1969 di Istana Merdeka Jakarta, sedangkan Bendera Pusaka bertugas mengantar dan menjemput bendera duplikat yang dikibar/diturunkan. Mulai tahun 1969 itu, anggota pengibar bendera pusaka adalah para remaja siswa SLTA se-tanah air Indonesia yang merupakan utusan dari seluruh provinsi di Indonesia, dan tiap provinsi diwakili oleh sepasang remaja.

Istilah yang digunakan dari tahun 1967 sampai tahun 1972 masih "Pengerek Bendera". Baru pada tahun 1973, Idik Sulaeman melontarkan suatu nama untuk Pengibar Bendera Pusaka dengan sebutan PASKIBRAKA. PAS berasal dari PASukan, KIB berasal dari KIBar mengandung pengertian pengibar, RA berarti bendeRA dan KA berarti PusaKA. Mulai saat itu, anggota pengibar bendera pusaka disebut paskibraka.

salah satu acarapaskibra di Tegal

TEGAL: ADI WINARSO, sabtu(16/8) sore, mengukuhkan 81 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2008 dalam prosesi upacara di Alun-alun kota Tegal.

adi winarso mengucapkan selamat kepada seluruh anggota Paskibraka tahun 2008. “Kalian adalah putra-putri yang telah mendapatkan kepercayaan dan kehormatan untuk mengemban tugas yang membanggakan ini. Kalian adalah putra-putri yang telah terpilih dan telah mengikuti proses seleksi pelatihan dan persiapan yang baik. Saya berharap kalian semua dapat melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Adi winarso.

“Upacara ini secara simbolis dan secara hakiki meletakkan sang saka merah putih pada letaknya yang terhormat. Oleh karena itu tentu kalian akan merasa bangga karena ini adalah salah satu bagian bersejarah dalam kehidupan kaliann mendapatkan tugas mulia. Perjalanan kalian kedepan, upaya kalian untuk mengembangkan diri haruslah dalam hati dan tekad kalian untuk menjadi bangsa yang maju, unggu, berdaya saing tinggi dan berhasil memajukan kesejahteraannya,” lanjut Bpk. Adi winarso.

Bp.wali kota, seluruh anggota Paskibraka 2008 kota tegal dapat terus belajar untuk menjadi manusia Indonesia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. ”Teruslah kalian beribadah serta mengembangkan sikap dan perilaku yang religius agar kalian memiliki budi pekerti yang unggul. Teruslah kalian berlatih berolahraga dan mempertahankan kesehatan serta kekuatan jasmani sehingga akan menjadi putra putri bangsa yang sehat dan kuat jasmani dan rohani,” pesan adi winarso.

“Kepercayaan dan kehormatan yang kalian terima untuk mengemban tugas sebagai Paskibraka tahun 2008 kota tegal ini hendaknya menjadi modal yang dapat kalian pergunakan sebaik-baiknya untuk menambah motivasi, menambah tekad dan semangat kalian mengembangkan diri,” tambahnya.

Para anggota Paskibaraka 2008 kota tegal ini sejak 23 Juli 2008 menjalani pelatihan nasional. Masing-masing sekolah di seleksi perwakilan siswa SMA.SMK dan MA terpilih untuk mengemban tugas pada tanggal 17 Agustus 2008. Hadir dalam upacara Pengukuhan Paskibraka ini antara lain, pelatih serta bk.adi winarso

1 komentar


Tidak ada komentar:

Posting Komentar